Ayutthaya! Saya baru tahu kota ini setelah hampir seminggu di kota Bangkok. Kota Ayutthaya berada sekitar 90 km sebelah utara dari kota Bangkok. Waktu yang dibutuhkan untuk lamanya waktu perjalanan ke Ayutthaya sekitar 1,5-2 jam jika berangkat dari kota Bangkok. Ini adalah salah satu kota tua yang ada di Thailand. Sejarah kota ini, dulunya adalah bekas ibukota Siam (Thailand Kuno) sebelum pusat ibukota Siam dipindahkan ke Bangkok.

Sesuai dengan catatan sejarah Thailand, kerajaan Ayutthaya secara resmi didirikan pada tahun 1350 oleh raja Ramathibodi I (Utong). Raja tersebut yang menetapkan kota Ayyuthaya sebagai ibukotanya dan mengalihkan dinasti kerajaan Sukhotai pada tahun 1376. Saat masa jayanya, kerajaan Ayyuthaya merupakan kerajaan yang aktif melakukan perdagangan dengan berbagai negara asing seperti Tiongkok, Persia, India, Jepang dan beberapa negara-negara Eropa.

Ayutthaya memasuki masa jayanya dan menjadi relative damai pada petengahan abad ke 18, yang didapati melalui pertumpahan darah perebutan kekuasaan antar dinasti. Kesenian, kesustraan dan pembelajaran berkembang pada masa tersebut. Tetapi perang tetap terjadi dengan melawan bangsa luar. Ayyuthaya berperang melawan penguasa Vietnam selatan yaitu dinasti Nguyen yaitu penguasa Vietnam Selatan pada tahun 1715 untuk memperebutkan kekuasaan terhadap Kamboja.

Ancaman terbesar kerajaan ini sebenarnya datang dari Kerajaan Burma yang dikuasai oleh Raja Alaungpaya yang berkuasa setelah menaklukkan wilayah-wilayah suku Shan. Menghadapi pasukan besar dari kedua kerajaan tersebut, satu-satunya perlawanan yang cukup berarti dilakukan oleh sebuah desa bernama Bang Rajan. Ayutthaya akhirnya kalah, dibakar dan dihancurkan tepatnya pada tahun 1767 setelah serangan militer yang panjang dan tanpa henti-hentinya. Seluruh karya-karya seni, karya kesusastraan yang disimpan dalam perpustakaan-perpustakaan serta tempat-tempat penyimpanan dokumen sejarah Ayutthaya nyaris musnah akhirnya kota tersebut ditinggalkan dalam keadaan hancur.

Baca Juga:  Pattaya Surga Hiburan Malam Yang Tak Terlupakan

Pada masa-masa genting dan kacau tersebut, banyak provinsi-provinsi yang melepaskan diri dan menjadi negara-negara independen di bawah kekuasan militer, para biksu pemberontak ataupun sisa-sisa keluarga kerajaan yang selamat. Bangsa Thai sendiri bisa selamat dari serangan dan penaklukan kerajaan Burma karena terjadi serangan dari kerajaan Tiongkok dan adanya perlawanan dari seorang pemimpin militer bangsa Thai bernama Phraya Taksin, yang akhirnya menyatukan kembali seluruh kerajaan.

Peninggalan yang cukup menarik dari kota tua Ayutthaya hanyalah puing-puing reruntuhan istana kerajaan. Setelah serbuan Burma yang membumihanguskan ibukota Ayutthaya, Jenderal Taksin mendirikan kerajaan baru pada tahun 1769 yang beribukota di Thonburi (sekarang termasuk dalam wilayah kota Bangkok) dan menyatukan kembali bekas kerajaan Ayutthaya. Taksin kemudian dianggap gila dan dieksekusi tahun 1782, dan digantikan oleh Jenderal Chakri, yang menjadi raja pertama dinasti Chakri dengan nama Rama II. Tahun yang sama dia mendirikan ibukota baru di Bangkok, di seberang sungai Chao Praya dari ibukota lama yang didirikan Jenderal Taksin. Pada tahun 1790-an Burma berhasil diusir dari Siam.

Peninggalan kota bersejarah Ayutthaya dan peninggalan arkeologis Ayutthaya telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada 1991. Kota Ayutthaya yang baru kemudian didirikan di dekat lokasi kota lama, dan sekarang merupakan ibukota dari Provinsi Ayutthaya. Kompleks situs arkeologis Ayutthaya menempati kawasan yang cukup luas hingga agak sulit menjelajahi semua bagiannya hanya dengan berjalan kaki. Untuk berkeliling kawasan kota kuno, Anda bisa menggunakan tuk-tuk yang biasa mangkal di depan Chao Phrom Market.

Baca Juga:  Wat Pho dan Wat Arun, objek wisata kuil di kota Bangkok

Salah satu kuil kuno yang terkenal di Ayutthaya adalah Wat Phra Mahathat yang memiliki nama lain Wat Yai yang adalah Candi Buddha yang terletak di tepi Sungai Nan didekat jembatan Naresuan, yang didirikan pada tahun 1357 oleh Raja Phaya Lithai. Candi ini dibangun bersamaan dengan Wat Phra Phut Chin Si” dan “Wat Phra Si Satsadaram.

Baca juga: Wisata kota Bangkok, Pesona Buddha – The Grand Palace Bangkok

Wat Phra Si Rattana Mahathat, yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai “Wat Yai”, didirikan pada 1357 oleh Raja Lithai dari Sukhothai. Candi ini dibangun pada waktu yang sama seperti Wat Phra Phuttha Chinna Si dan “Wat Phra Si Satsadaram. Selama pemerintahan Ekathotsarot dari Ayutthaya, gambar buddha yang adalah berlapis emas dan kemudian candi ini dibangun lebih menjadi lebih oleh Chulalongkorn dan Bhumibol Adulyadej dari Rattanakosin. Candi ini terletak di dekat jembatan Naresuan di tepi Sungai Nan. Candi What Phra Mahathat memiliki luas wilayah 36 rai (1 rai = 1.600 m ^ 2). Candi ini sangat terkenal karena gambar buddha emas yang disebut Phra Phuttha Chinnarat, yang dianggap oleh beberapa warga Thailand menjadi gambar buddha yang paling indah di negara.