Paris pusat mode dunia dan “city of light”

Paris sebagai salah satu kota mode memiliki pengaruh besar bagi tren mode dunia. Untuk setiap tren terbaru, dunia berkiblat padanya. Kegiatan industry kota mode, seperti desain mode, memproduksi dan pameran busana sangat besar kontribusinya bagi perekonomian Paris. Para perancang terkenal pun banyak berasal dari Paris. Beberapa di antaranya adalah Chanel, Louis Vuittion, Hermes, Chirstian Lacroix dan Chloe. Nama-nama mereka sudah dikenal luas di kalangan pecinta mode dan telah memproduksi produk-produk yang berkualitas tinggi.Wajar saja, jika kota Paris terkenal dengan sebutan “Capital of Fashion” di Eropa. Sebagai kota mode, Paris sering menggelar acara peragaan busana dan pecan mode (Paris fasion week) yang biasanya diadakan selama satu minggu. Acara ini menjadi ajang bagi para perancang busana dan rumah-rumah mode untuk memamerkan koleksi terbaru mereka. Melalui ajang ini, orang-orang di dunia mode mengetahui apa yang menjadi tren terbaru. Orang-orang dari industry fashion dan media berkesempatan meliput dan menyaksikan tren mode terbaru.

Notre-Dame Paris

Selain kota mode dunia, kota Paris juga dikenal sebagai City of Light atau “La Ville Lumiere”. Suasana kota Paris pada malam hari memang sangat gemerlap dengan lampu-lampu menyala terang di sepanjang jalan-jalan utama dan pertokoan. Sebagai kota metropolitan kelas dunia, Paris selalu terang benderang dan tidak pernah sepi meski malam menyapa.Penerangan malam hari ini dimulai pada abad kesembilan belas. Waktu itu, kota paris merupakan salah satu kota yang pertama kali menerangi jalan menggunakan lampu gas. Sepanjang jalan Champs-Elysees pun dibuat terang benderang. Pameran pada 1889. Pameran besar pada 1889 di paris juga diterangi lampu listrik. Bahkan, salah satu ikon wisata terkenal seperti menera Eiffel, menyalakan lampu-lampu yang gemerlap saat malam tiba. Maka, wajar jika saat itu paris disebut City of Light, sementara kota-kota lainnya masih gelap gulita.Penerangan kota dengan lampu termasuk inovasi besar-besaran saat itu. Warga kota pun bias beraktivitas saat malam karena sebelumnya mereka harus sudah tinggal di dalam rumah jika hari sudah gelap. Dengan berpenerangan, jalanan pun menjadi lebih aman. Pemeran-pameran tetap dibuka sampai malam.

Baca Juga:  Wisata Montmartre di Paris tempat komunitas seniman dunia
santai_di_montmartre

Selain itu, julukan City of Light diberikan karena terjadinya pencerahan yang dimulai sejak zaman Renaisans, yaitu masa kelahiran kembali kebudayaan Yunani-Romawi di Eropa pada abad ke 15 dan ke 16. Saat itu, terjadi pencerahan dalam hal pemikiran dan paham-paham di bidang kemanusiaan.

Paris kota paling romantis dan bernilai seni tinggi

Paris terkenal sebagai salah satu kota romantis di dunia sehingga menjadi salah satu destinasi favorit bagi pasangan yang hendak berbulan madu. Selain menara Eiffel, taman Champs de Mars dan sepanjang sungai Seine adalah tempat yang romantic di paris. Dimana jembatan Pont des Arts, jembatan di dekat Sungai Seine yang merupakan jembatan yang banyak dikaitkan gembok-gembok cinta dalam keadaan terkunci oleh pasangan-pasangan yang sedang kasmaran waktu berlibur di kota Paris. Di kota ini juga terdapat tembok I love You di daerah Montmartre yaitu sebuah dinding yang berukuran 40 meter persegi. Disini terukur seribu kalimat “I love you” dalam 300 bahasa dan dialek di dunia. Selain itu, menyusuri Paris pada malam hari juga tak kalah romantic. Lampu-lampu yang indah dan temaram menguatkan suasana tersebut.Paris selalu menyajikan pemandangan yang indah dan romantis bagi semua orang yang mengunjunginya. Mulai dari pemandangan alamnya maupun dari bangunan-bangunannya. Makanya Paris ini cocok banget jadi tempat untuk menghabiskan momen-momen indah bersama pasangan, seperti melamar, menikah, atau berbulan madu. Menikmati makan malam di Prancis adalah hal romantis yang bisa dilakukan para pasangan. Sebab selain terkenal dengan makanannya yang mewah, jangan lupakan sajian wine yang menggiurkan.

Baca Juga:  Letak geografi, iklim, musim dan telekomonikasi kota Paris

Jika memiliki ide unik, Traveller bisa merencanakan piknik dengan makan siang di bawah menara Eiffel.

Bayangan sungai Seine mengalir dengan riak kecil disinari cahaya mentari. Sungai yang terbelah dua di kaki Menara Eiffel ini menambah pemandangan semakin romantis. Taman, galeri-galeri, katedral, dan sekumpulan manusia yang sedang menikmati pesona dunia di sepanjang avenue, bisa membuat Traveller dan pasangan bak tersihir salah satu dari berjuta keindahan yang ada di kota ini. Apalagi jika Traveller menikmati piknik di antara pepohonan yang mengelilingi lukisan teranyar di jantung Prancis. Setelah itu, Traveller bisa melanjutkan petualangan dengan menaiki puncak menara Eiffel, dan menikmati pemandangan Kota Paris dari puncaknya sambil berpelukan atau memberikan cumbuan hangat pada pasangan.Di kota Paris, para seniman mendapat tempat dan diakui keberadaannya. Seni musik, lukis,  patahan dan ukiran menjadi khas kota ini sejak dulu kala. Paris juga menjadi tuan rumah bagi atraksi budaya terkenal seperti Museum Louvre, Museum Picasso, Museum Rodin, Museum Montparnasse, dan banyak museum tempat hasil karya seniman-seniman dunia lainnya.Bisa dikatakan, hampir di setiap kota ini terdapat banyak museum dan galeri seni. Museum Louvre merupakan kebanggaannya dan dikunjungi delapan juta pengunjung setiap tahun. Bahkan sampai kini, museum ini adalah museum yang paling dikunjungi di dunia. Museum-museum kecil lainnya seperti Museum Victor Hugo, Museum Picasso, dan Museum Carnavalet bias dijumpai di daerah Marais.Bukit Montmartre terkenal sebagai komunitas para seniman seperti Renoir, Toulouse-Lautrec, Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Salvador Dali, dan lain-lain. Sedangkan di atas tebing di sisi utara kota, merupakan rumah bagi seniman jalanan dan banyak dijumpai kafe-kafe di sekitarnya.Sebagai tempat berkumpulnya para seniman, pantas saja jika kota Paris memberikan ruang bebas bagi seniman untuk berkarya dan sekaligus sebagai tempat pameran bagi karya seni mereka. Hal ini semakin mengukuhkan Paris sebagai kota dengan cita rasa seni tinggi.