Jika sedang berada di kota tua Ephesus, tidak ada salahnya anda mampir ke rumah yang dipercaya sebagai rumah bunda Maria yang dalam kekristenan dikenal sebagai ibu Yesus. Dengan melewati Magnesia Kapisi dari kota tua, anda dapat berkendara sejauh 8-10 km untuk sampai di rumah Bunda Maria. Di sana, terdapat gereja kecil dari era Binzantium, dan tempat inilah yang dipercaya pernah ditinggali oleh Bunda Maria.

Di sepanjang jalan dari tempat parkir sampai ke halaman rumah, Traveller dapat membaca beberapa plang yang menuliskan informasi tentang Maryem Ana Evi. Tepat sebelum tangga menuju halaman rumah, terdapat tiga keran air yang dapat diminum airnya. Air tersebut dipercaya dapat menyembukan berbagai macam penyakit.

Rumah ini ditemukan pada abad 19 dan dinyataan sebagai rumah akhir hayat dari Bunda Maria (Maryam) oleh seorang biarawati yang bernama Anne Catherine Emmerich (1774-1824). Rumah terakhir Bunda Maria (Maryam) yang letaknya di Bulbuldagi di gunung Nightingale, dekat dengan kawasan Efesus sekitar 7km diTurki.

Kisahnya (menurut legenda) adalah pada tahun 1811, Anne Catherine Emmerich, yang telah mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan, jatuh sakit di sebuah biara dan harus beristirahat total ditempat tidurnya. Dalam kesaksiannya Anne mendengar adanya suara-suara dan suara tersebut yang tidak dapat didengarkan oleh orang lain. Pada tanggal 29 Desember 1812, Emmerich sedang berdoa di tempat tidurnya dengan tangan terlentang, dia tiba-tiba terguncang oleh kekuatan Ilahi, dan disertai dengan demam tinggi, hingga wajahnya menjadi merah tua. Tepat pada saat itu, Emmerich melihat cahaya terang datang dari atas turun ke arahnya dan ketika mencapai dirinya tangan dan kaki Emmerich menjadi sangat sakit dan tiba-tiba berlumuran darah seolah tertusuk paku. Orang-orang di sekitar yang melihat peristiwa tersebut menjadi tercengang dengan takjub. Seolah-olah kejadian tersebut adalah kejadian penderitaan Yesus selama Penyaliban. Para dokterpun memeriksa Emmerich merasa heran. Mereka tidak bisa menjelaskan hal ini dalam ilmu kedokteran.

Baca Juga:  Mandi Air Panas di Benteng Kapas (Pamukakale – Denizli)

Emmerich mengalami penglihatan Bunda Maria meninggalkan Yerusalem dengan salah satu murid Yesus yaitu Yohanes dan menetap di Efesus, dikarenakan pada masa itu terjadi penganiayaan terhadap orang Kristen. Kemudian ia juga melihat sebuah rumah di dekat Efesus yang berada di sebuah gunung di dekatnya. Dia mengatakan lebih lanjut bahwa rumah itu adalah rumah Perawan Maria, rumahnya dari batu, dibangun oleh Yohanes, berbentuk persegi panjang yang memiliki dinding belakang berbentuk bulat dan memiliki perapian.

Emmerich yang seumur hidup sakit-sakitan dan tidak pernah meninggalkan Jerman ini menjelaskan secara detail bagaimana rupa rumah tersebut. Berawal oleh penglihatan Emmerich, sebuah tim peneliti segera pergi kesana dan menemukan sebuah rumah kuno yang sesuai dengan penggambaran Emmerich. Rumah ini ternyata telah dianggap bangunan suci oleh para penduduk lokal  beragama kristen yang merupakan keturunan para orang kristen mula-mula di Ephesus. Penduduk lokal ini merayakan Hari Kenaikan Bunda Maria pada setiap tanggal 15 Agustus. Walaupun bangunan rumah ini berasal dari abad ke 6, tapi fondasi bangunannya berasal dari abad pertama. Menurut kepercayaan orang sekitar bahwa Bunda Maria memang pernah benar-benar tinggal di sini. Walaupun Gereja Katolik belum pernah menyatakan tempat ini adalah benar-benar Rumah Bunda Maria karena hanya berdasarkan cerita dan tanpa bukti yang kuat, beberapa Paus pernah datang berkunjung dan mengadakan Misa di sini, salah satunya adalah Paus Benedictus XVI. Rumah Bunda Maria juga masih merupakan tempat ibadah. Kita dapat mengikuti Misa yang diadakan setiap hari Minggu pukul 10:30. Misa khusus juga diadakan pada peringatan hari Terangkatnya Bunda Maria Ke Surga (Anunciation) yang jatuh pada tanggal 15 Agustus setiap tahunnya.

Baca Juga:  Hagia Sophia (Aya Sofya) Dari Gereja Menjadi Masjid Dan Sekarang Museum
 Kertas yang berisi doa-doa dari para pengunjung
Kertas yang berisi doa-doa dari para pengunjung

Pada tahun 1967 dan 1979, Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke tempat ini, yang telah dinyatakan sebagai tempat suci oleh Vatikan. Karena itu setiap tahunnya ribuan umat Kristen dari seluruh dunia dating ke sini untuk berziarah. Selain umat kristen, umat islam pun banyak yang mengunjungi tempat ini.