Kota ini pernah bernama Konstantinopel, atau kota Sang Constantine. Sejarah kota ini berawal ketika Constantine (yang Agung) memindahkan pusat kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur (Eastern Roman) dari Nicomedia (sekarag Izmit) ke wilayah Bosporus. Perlahan sejak abad ke 10, nama Istanbul yang berasal dari kata Stmboul (bahasa Yunani: Istimbolin artinya kota) mulai banyak dipergunakan di samping nama Konstntinopel itu sendiri. Adapun sumber lain mengatakan bahwa Istanbul memiliki arti “full of Islam” (dari bahasa Turki Islambol: bol = penuh). Penggunaan nama “Istanbul” ini terus berlanjut hingga Istanbul ditaklukkan oleh Sultan Mahmet II “Sang Penakluk” dan menjadi pusat kesultanan Ottoman (1453).

bendera turki

ISTANBUL, merupakan kota terbesar di Turki dan kelima di Eropa. Kota ini menjadi menarik karena menempati dua benua yang berbeda, yakni Asia dan Eropa. Dibagian barat laut Turki, terhampar selat Bosporus yang menghubungkan laut Marmara dan laut Hitam dan memisahkan kedua sisi daratan Bosporus dengan panjang 31 km dimana satu sisi termasuk ke dalam benua Eropa (bahasa Turki: Avrupa) sedangkan sisi lainnya termasuk ke dalam benua Asia (bahasa Turki: Asya atau , bahasa Inggris: Anatolia). Daratan kota Istanbul terbentuk dari susunan tujuh bukit, dan masing-masing bukit terdapat masjid megah yang dibangun oleh kaisar Theodosisus pada abad ke-5 Masehi, dan tembok kota ini dikenal juga dengan nama Theodosian Wall. Dua jembatan gantung, yakni Bosporus Bridge dan Fatih Sultan Mehmet Bridge atau disebut juga Bosporus Bridge II, dimana menghubungkan antara Istanbul Benua Asia dan Eropa, namun lebih banyak wisatawan lebih memilih untuk mengunjungi sisi Eropa dari Istanbul karena signifikansi historisnya. Sisi Eropa juga merupakan pusat komersial kota dengan bank-bank, toko-toko dan perusahaan-perusahaan dan dua pertiga dari penduduknya berada di Istanbul bagian Eropa. Sisi Asia terasa lebih santai, dengan jalan-jalan lebar, lingkungan perumahan dan hotel yang lebih sedikit dan tempat-tempat wisata.

Baca Juga:  Tempat Wisata Di Istanbul Yang Wajib Dikunjungi
Grand Bazaar Salah Satu Pertokoaan Di Istanbul
Grand Bazaar, Pasar Tertua dan Salah Satu Pertokoaan Di Istanbul


Istanbul bagian Eropa juga memiliki sebuah teluk yang dinamakan Golden Horn. Meski begitu orang Turki lebih mengenalnya sebagai “Halic” yang berasal dari bahasa Arab (Khaleej artinya teluk). Teluk ini merupakan pecahan dari selat Bosporus di bagian yang tersambung dengan laut Marmara dan memisahkan daerah Eyup hingga Eminonu (distrik Fatih) dengan distrik Beyoglu. Oleh karenanya, Beyoglu dahulu bernama “Pera” yang artinya “seberang”. Sejak masa Byzantium, Halic telah digunakan sebagai pelabuhan alami. Sedangkan pada masa Ottoman, di Halic didirikan galangan kapal “Tersane-i-Amira” yang masih ada hingga sekarang.


Ketika kota bersejarah ini berubah bentuk menjadi republik pada tahun 1923, kedua nama tersebut Istanbul dan Konstantinopel masih terus dipakai berdampingan. Hingga pada tanggal 28 Maret 1930, pemerintah Turki melalui layanan pos-nya (PTT), memintah dunia untuk mengadaptai Istanbul sebagai satu-satunya nama bagi kota ini.

Views Foto salah satu kapal cruise dengan latar belakang New Mosque.
Views Foto salah satu kapal cruise dengan latar belakang New Mosque.


Walaupun sejak menjadi sebuah republik ibu kota Turki adalah Ankara, pamor dan kepopuleran Istanbul tetap menonjol. Hal ini terkait dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya. Terbentang di kedua sisi Selat Bosporus, kota ini merupakan salah satu kota di dunia yang uni, karena terletak di dua benua yaitu Asia dan Eropa. Dibangun di atas 7 bukit dan sudah dihuni oleh manusia sejak 9.000 tahun lalu, wilayah Istanbul kaya akan  peninggalan sejarah dunia seperti benteng, menara, istana, masjid, gereja, sinagog (tempat ibadah agama Yahudi), dan berbagai situs lainnya yang dirawat dan dilindungi oleh pemerintah, sehingga tetap bisa dinikmati keberadaannya hingga saat ini.

Baca Juga:  Kilas Balik Trojan War di Troia – Canakkale


Istanbul pernah menjadi pusat pemerintahan dan empat kekaisaran terbesar di dunia. Kota ini pertama kali diduduki oleh Kekaisaran Romawi (330-395 masehi), lalu kekaisaran Bizantum (dinamakan Kekaisaran Romawi Timur yaitu pecahan dari kekaisaran Romawi saat kaisar Theodosius I meninggal dan mewariskan kerajaannya kepada kedua putranya, yang akhirnya memecah kekaisaran ini menjadi dua, kekaisaran Latin (1204-1261 masehi) dan kesultanan Ottoman (1453-1923).


Area bersajrah di Istanbul dilindungi dan dimasukkan ke dalam daftar kekayaan dunia oleh UNESCO pada tahun 1985. Istanbul juga pernah mendapat kehormatan sebagai Pusat Kebudayaan Eropa pada tahun 2010, menjadi pusat olahraga Eropa pada tahun 2012, dan telah mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah olimpiade musim panas untuk tahun 2020, tapi setelah melewati proses voting yang cukup menegangkan akhirnya Tokyo keluar sebagai pemenang.


Saat ini Istanbul memiliki wilayah seluas 5.343 km2 yang terbagi menjadi 39 distrik (bahasa Turki: ilce). Istabul sendiri berkedudukan sebagai kota setingkat provinsi. Penduduk di kota ini berjumlah 13.854.740 jiwa (menrut survei tahun 2013 oleh Biro Pusat Statistik Turki, dan fakta ini menjadikan Istanbul kota terpadat nomor dua di Eropa setelah Moskow.