Berwisata ke Istanbul, Turki, pastinya tak lupa untuk mampir ke Grand Bazaar, salah satu pasar terbesar di Istanbul yang sangat fenomenal.  Pasar yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-15 ini, merupakan pasar tertutup tertua di dunia, yang memiliki ribuan toko di dalamnya.  Barang yang dijajakan tidak saja barang unik tetapi juga sejumlah penganan khas Turki yang mungkin tidak dijual di tempat lain serta barang kebutuhan lainnya. Dengan jumlah pengunjung yang datang mencapai hingga 400.000 orang per harinya (sebelum kondisi covit), Grand Bazaar bagaikan surga belanja bagi para wisatawan domestik maupun internasional.

Grand Bazaar adalah salah satu destinasi dalam Zaloramadhan Discoveries bersama Zalora Indonesia dan Klook Travel Indonesia. Pasar ini salah satu yang terbesar dan tertua di dunia. Dibuka sejam 1461 ketika Istanbul bernama Kostantinopel.

Pasar ini pertama kali dibangun oleh Sultan Mehmet II pada sekitar tahun 1455, tak lama setelah penaklukan Konstantinopel. Penghasilan dari penyewaan pasar digunakan untuk memelihara Hagia Sophia, tapi pasar ini kemudian berevolusi dan membesar. Pada abad ke 17, Grand Bazaar telah menjadi pasar terbesar di Eropa.

Keahlian menawar sangat dibutuhkan saat belanja di Grand Bazaar. Lantaran harga yang dibuka cukup tinggi untuk turis. “Jangan takut tersasar jika ke Grand Bazaar, karena pasti tersasar,”

Sejarah Grand Bazaar Istanbul

Grand Bazaar, disebut juga Kapalicarsi atau Pasar Tertutup (Covered Market), atau disebut pula dengan Buyuk Carsi atau Pasar Besar (Grand Market), merupakan salah satu pasar yang besar dan penuh sejarah di dunia yang berada di pusat kota Istanbul, Turki.

Di mulai dibangun pada musim dingin tahun 1455, pasca penaklukan Constantinopel oleh Kekaisaran Ottoman yang dipimpin oleh Sultan Mehmet II, sang penguasa pada zaman itu, yang dijuluki Sultan Mehmet Sang Penakluk (Sultan Mehmet The Conqueror), bangunan inti Grand Bazaar rampung pada tahun 1460, dan saat itu dinamai dengan Cevahir Bedestan, yang lebih ditujukan sebagai pusat perdagangan tekstil dan perhiasan.

Baca Juga:  Kilas Balik Trojan War di Troia – Canakkale

Pembangunan Grand Bazaar terus dilakukan secara bertahap hingga akhirnya selesai pada tahun 1730, yang keseluruhannya memiliki luas 30.000 meter persegi, serta memiliki 61 lorong dan kini lebih dari 3.000 toko berdagang beraneka macam barang kebutuhan maupun souvenir.

Meski telah berusia lebih dari 550 tahun, namun bangunan Grand Bazaar tetap terlihat kokoh, kebersihannya tetap terjaga, tidak tercium bau pesing atau bau aneh layaknya pasar-pasar tua, serta tidak pula saya jumpai toko yang tutup, malah yang saya rasakan, para pedagang dan pembeli berjejal dengan padatnya.

Saking luasnya Grand Bazaar, dijamin Anda tidak akan sanggup menghabiskan tiap jengkalnya. Tidak usah Anda, guide kami pun menyampaikan, bahwa dirinya meski warga negara Turki, namun belum hapal seratus persen Grand Bazaar, dan ironisnya, terkadang dirinya pun bisa tersesat di lorong-lorong Grand Bazaar.

Grand Bazaar di Kota Istanbul-Turki memang telah terkenal sebagai surga belanja oleh-oleh serta menjadi tempat wajib untuk dikunjungi selama di Turki. Tempat ini mirip dengan Khan el-Khalili di Kairo, hanya saja Grand Bazaar lebih luas. Grand Bazaar Istanbul (Kapalicarsi) adalah salah satu pasar tertutup yang terbesar dan tertua di dunia. Dahulu, pembangunan pasar ini dipelopori oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1455.

Saat ini Grand Bazaar merupakan salah satu lokasi yang tak pernah dilewatkan oleh turis. Pada bulan April 2012, tempat ini bahkan dijadikan lokasi syuting film James Bond 007 yang terbaru. Beruburu oleh-oleh, mulai dari barang antic, jaket kulit, pakaian tradisional, kostum belly dancing, nargile (perangkat shisha ala Turki), cezve (alat untuk memasak kopi ala Turki), lampu-lampu hias khas Turki, keramik hias, karpet model kuno maupun model kontemporer, perhiasan emas dan permata, perak, batu-batu, kaus kesenangan, gelang, hingga kalung nazar bonzuk baik dari plastic seharga 2 TL atau yang terbuat dari emas dan berlian, apa saja yang Traveller cari tersedia.

Baca Juga:  Kota Bawah Tanah Derinkuyu di Turki yang melegenda

Pasar ini merupakan pasar kuno tertutup terbesar di dunia. Terbentang di antara Nurusmaniye dan Beyazit Camii, berukuran 31.000 m2 memiliki 10 dinding, 4 air mancur, 2 masjid, dan 61 jalan tertutup di dalamnya, pasar ini juga dilengkapi dengan penutup timah dan jendela-jendela untuk penerangan alami. Pusat dari Grand Bazaar adalah bangunan peninggalan Bizantium yang dinamakan Old Bedestan. Walaupun saat ini sudah banyak terdapat pertokoan mewah di Istanbul, pasar kuno ini tidak pernah sepi pengunjung. Cuci mata di pasar ini tidak pernah membosankan dan pasar ini dikunjungi oleh sekitar 250-400 ribu pengunjung setiap harinya.

Berusia lebih dari 500 tahun, selain menjadi pasar tertua, Grand Bazaar juga menjadi yang terbesar dari pasr sejenis di seluruh dunia. Pasar ini telah berdiri sejak tahun 1455 pada pemerintahan Kekhalifahan Ottoman dan bertahan hingga kini. Lokasinya terletak di kompleks kota tua Istanbul, tepatnya di Distrik Fatih, dekat dengan Masjid Biru dan Museum Hagia Sophia. Jadi, kita bisa cukup dengan berjalan kaki ke Grand Bazaar setelah berkunjung ke Masjid Biru yang megah dan eksotis itu. Kalau mau naik kendaraan, trem di Istanbul bisa menjadi pilihan.

Pasar ini memiliki 11 pintu utama yang dinamai sesuai dengan kelompok pedagang yang berdagang di sekitar pintu tersebut pada zaman dulu, misalnya Kiliccilar Kapsi untuk pedagang pedang, Takkeciler Kapisi untuk tukang peci dan sebagainya. Toko-toko di pasar ini disusun sesuai dengan jenisnya, antara lain:

  • Pedagang perhiasan emas dan berlian di sepanjang Kalpacilar Caddesi dan Kuumcular Caddesi.
  • Pedagang Furnitur di sepanjang Divrikli Caddesi.
  • Pedagang karpet di sepanjang Sahaflar Caddesi.
  • Pedagang benda kkulit dan pakaian kasual di sepanjang Bit Pazari.

Keramahan Pedagang di Grand Bazaar

Kebanyakan turis masuk ke Grand Bazaar melalui pintu Beyazid yang terletak tak jauh dari Masjid Beyazid. Sedangkan turis berombongan menggunakan bus besar pariwisata biasanya masuk dari pintu Nurousmaniye, di dekat Masjid Nuruosmaniya. Hal ini dikarenakan di sana terdapat tempat parkir untuk bus-bus besar pariwisata.

Baca Juga:  Tur Bosporus, Indahnya Melihat Satu Tempat Dua Benua

Para pedagang di pasar kuno ini, secara umum orangnya ramah dan tidak suka memaksa pengunjung untuk membeli dagangannya. Tak heran, jika kita berbelanja di sini, mereka sering menawarkan segelas cay (teh) kepada calon pembelinya. Di pasar sini, Anda bisa menemukan aneka barang antik yang bisa menjadi oleh-oleh khas Turki, seperti perabotan, tasbih, senjata tajam dan koin-koin kuno. Karena pasar ini sangat besar, jenis barang yang dijual pun bervariasi. Bisa dibilang, semua barang ada di Grand Bazaar.

Sebelum masuk ke pasar, Traveller disarankan untuk mengingat nama pintu tempat anda masuk, sehingga jika Traveller merasa tersesat, bisa menanyakan arah dengan menyebutkan nama pintu tersebut. Namun, ada satu tip praktis untuk Traveller, jika merasa tersesat dalam labirin Grand Bazaar, Traveller bisa selalu kembali ke jalan utama Grand Bazaar yang berupa deretan took emas.