Setelah puas menyusuri kejayaan masa lampau di wilayah istanbul selatan yang dipenuhi bangunan kejayaan masa lalu, kini saatnya merasakan hegemoni metropolitan istanbul di Taksim square. Disini kita akan disuguhi sisi lain kota istanbul Turki yang tidak hanya penuh dengan sejarah. Daerah Taksim adalah salah satu tempat yang menjadi pusat persinggahan turis mancanegara. Traveller bisa melihat turis dari berbagai bangsa memadati tempat ini setiap harinya.

Lapangan Taksim atau Medan Taksim (bahasa Turki: Taksim Meydanı), yang terletak di Istanbul sisi Eropa, adalah tempat wisata dan distrik yang terkenal akan restoran, toko, dan hotelnya. Taksim dianggap sebagai jantung Istanbul modern, dan merupakan stasiun utama jaringan Istanbul Metro. Lapangan Taksim juga merupakan tempat berdirinya Monumen Republik (bahasa Turki: Cumhuriyet Anıtı) yang dibuat oleh Pietro Canonica dan diresmikan pada tahun 1928. Monumen ini mengenang lima tahun perayaan pendirian Republik Turki pada tahun 1923 setelah Perang Kemerdekaan Turki.

Sisi Modern Istanbul

Taksim Square adalah sisi modern dari kota Istanbul masa kini. Taksim Square sangat ramai karena memang disini adalah pusat keramaian kota, lengkap bangunan-bangunan tinggi. Di alun- alun inilah tempat beradanya The Monument of the Republic atau Cumhuriyet Aniti, monument untuk memperingati lahirnya Republik Turki pada tahun 1923.

Dulu daerah ini merupakan wilayah bernama Pera yang dalam bahasa yunani berarti “seberang”. Dinamakan “Pera” karena letaknya yang berada di seberang Golden Horn. Nama Pera bertahan bahkan sampai masa-masa awal Turki menjadi Republik. Saat ini, nama Pera hanya digunakan oleh sejumlah hotel untuk iklan-iklan bersentimen. Orang Tuki menyebut daerah ini Beyoglu, mengacu kepada arti harafianya dalam bahasa turki, bey=tuan, oglu=anak yang berarti anak gubernur atau anak pemimpin. Julukan ini diberikan kepada anak seorang duta besar Venesia untuk Konstantinopel yang lahir di sini pada masa pemerintahan Sultan Beyazit II.

Baca Juga:  Sejarah Singkat, Menengok Peribacaları di Kapadokya

Taksim baru selesai ditata ulang dan kini terasa lebih rapi dan lega. Halte bus Taksim berada di bawah tanah, dan dari halte Traveller bisa menaiki tangga dan lift untuk menuju Taksim Boulevard yaitu alun-alun luas dimana terdapat patung Atuturk di tengah-tengahnya. Tak jauh dari sana, terdapat Hotel Marmara yang menjadi salah satu landmark Taksim. Selepas Taksim Boulevard, terdapat jalan yang dipenuhi toko-toko di kanan dan kirinya, yang dinamakan Jalan Istiklal atau Istiklal Caddesi dalam bahasa Turki.

Di sepanjang jalan ini juga terdapat sejumlah geraja kuno dan masjid. Jika Traveller berjalan menelusuri jalan ini, akan sampai ke Galata Tower. Sejumlah jalan kecil yang merupakan percabangan dari Istiklal Street juga dipenuhi kafe-kafe, restoran, toko kue toko manisan, serta toko souvenir.

Taksim juga merupakan rumah bagi para seniman dan para pecinta kehidupan malam. Karena pupulernya dan terkonsentrasinya pengunjung di daerah ini, tak jarang para pendemo memanfaatkan wilayah ini untuk melakukan long march dari Taksim Square ke sepanjang Istiklal Caddesi sambil meneriakkan yel-yel.

Jika area Sultanahmet disebut Kota Tua, maka Taksim dinamakan Area Modern Istanbul. Tak heran Taksim sangat popular di kalangan turis mancanegara.

Hal Apa yang Bisa Anda Lakukan di Taksim Square?

Selama berada di Taksim Square, Anda bisa menjajal ragam obyek wisata yang menarik. Berikut beberapa diantaranya:

Baca Juga:  New Mosque (Yeni Camii) Istanbul, Masjid Pertama yang Dibangun Perempuan

Melihat Monumen Republik

Dari pusat Taksim Square kita bisa melihat monumen Republik karya pematung Italia Pietro Canonica sebagai peringatan ulang tahun kelima yayasan Republik Turki di tahun 1923. Monumen ini menampilkan tokoh revolusioner seperti Atatürk dan İsmet İnönü

Berkendara Di Taksim Square

Daerah Taksim Square sebagai titik transfer utama untuk sistem bus kota dan stasiun pusat jaringan Metro Istanbul. Ada juga jalur ‘kereta trem’ yang menjadi warisan angkutan missal di Istanbul yang beroperasi sejak 17 Januari 1875.

Nostalgia Pusat Kebudayaan

Atatürk Kültür Merkezi (AKM) adalah pusat budaya multi-tujuan dan gedung opera. Sebuah contoh penting arsitektur Turki dari tahun 1960-an dan telah menjadi tuan rumah pertunjukan teater, Opera dan Ballet Negara Turki, konser oleh Orkestra Simfoni Negara Bagian dan Paduan Suara Istanbul, Modern Folk Music Ensemble, dan Paduan Suara Musik Turki Klasik, serta festival musim panas Seni dan Budaya. Kunjungi gedung legendaris di malam hari untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Membeli Beberapa Souvenir

Selain Grand Bazaar, Taksim Square juga menyediakan beberapa souvenir. Ada berbagai jenis toko, termasuk pakaian, buku, perhiasan, dan kerajinan tangan.

Mencicipi Kuliner Khas

Setelah tour atau jalan-jalan di Taksim Square, beristirahat dan menikmati makanan tentu sangat menyenangkan. Restoran, pub, makanan cepat saji, hingga kuliner tradisional tersedia di sini.

Untuk pengalaman lengkap Traveller selama ke Turki, Anda perlu mencicipi makanan local favorit di sepanjang jalan Taksim Square, seperti Islak (hamburger dengan saus tomat khusus dan rempah-rempah) dan döner kebab (sandwich dengan daging sapi atau ayam). Jika mau makanan yang lebih ringan, ada juga jagung dengan diolesi mentega dan garam yang rasanya tentu sangat nikmat.

Baca Juga:  Kilas Balik Trojan War di Troia – Canakkale

Anda sedang makan? Lengkapi kelezatannya dengan ‘ayran’ (minuman yoghurt dingin). Terlebih saat musim panas, ‘ayran’ sangat cocok untuk melepas dahaga.

Hampir tidak ada yang menolak camilan khas ‘Turkish Delight’. Taksim Square juga menawarkan gerai yang menjajakan camilan manis ini. Pastikan untuk mencicipi berbagai jenis dan bawa pulang untuk keluarga dan teman Anda. Boleh juga mencicipi ‘dondurma’, es krim unik yang kenyal dan elastis. Uniknya lagi, es krim ini dijajakan dengan atraksi khusus dari penjual es krim ini.

Melihat Seni Jalanan

Taksim Square di malam hari merupakan waktu yang pas untuk menikmati alunan melodi indah dari para musisi jalanan yang berbakat, lihat juga jalanan yang dipenuhi dengan kesenian grafiti lokal.

Dulunya pada abad  ke-19 terdapat Taksim Artillery Barracks yang kemudian menjadi Taksim Stadium, tapi dihancurkan tahun 1940 saat pembangunan Taksim Gezi Park. Tahun 2013 pemerintah kota sempat berencana mengganti taman dengan shopping mall, dan menghalau para pendemo. Tapi tak jadi akhirnya karena gelombang protes begitu besar.

Warga Istanbul itu cantik dan ganteng. Lantaran ini bagian Eropanya Turki, dari penampilan dan struktur wajah memang berbeda dibandingkan di ibu kotanya, yakni Ankara. Di Istanbul warganya lebih modern dan terbuka. Mereka bebas menunjukkan ekspresi dalam penampilan.